Nama John Herdman belakangan jadi bahan obrolan panas di kolom komentar. Ada yang bilang dia visioner, ada juga yang menyebut proyeknya di MLS sedang di ujung tanduk. Biar tidak ikut arus, yuk kita bedah datanya pelan-pelan.
Dari Bench Sepak Bola Wanita ke Panggung Global
Sebelum dikenal di Amerika Utara, pria kelahiran Consett, Inggris, 19 April 1975 ini membangun reputasi lewat timnas wanita Selandia Baru. Dia membawa Football Ferns tampil di Piala Dunia Wanita 2007 dan 2011, capaian yang bikin banyak orang mulai melirik namanya.
Dari titik itu, profil John Herdman makin lengkap ketika Kanada merekrutnya pada 2011. Dia dipercaya menangani tim wanita Kanada dan langsung memberi hasil yang bikin publik sepak bola sana bangga.
Gaya kepemimpinannya sederhana tapi efektif. Dia dikenal dekat dengan pemain, suka ngobrol personal, dan jago membangun mental tim yang sedang down.
Jejak Langkah di Dua Benua
Di panggung Olimpiade, hasilnya bukan kaleng-kaleng. Kanada meraih medali perunggu di London 2012 dan mengulanginya di Rio 2016. Itu modal besar yang bikin federasi percaya dia mampu menangani tim pria.
Pada 2017, karier John Herdman berbelok tajam. Dia pindah ke timnas pria Kanada, sebuah keputusan yang awalnya banyak diragukan karena latar belakangnya di sepak bola wanita.
Jawabannya datang di kualifikasi Piala Dunia 2022. Kanada menembus putaran final untuk kali pertama sejak 1986 dan bahkan sempat memuncaki klasemen zona CONCACAF.
Angka dan Data yang Bicara
Kalau bicara hasil, angka tidak bisa dibohongi. Di Piala Dunia 2022, Kanada tergabung di grup berat bersama Belgia, Kroasia, dan Maroko, lalu pulang tanpa poin meski sempat memberi perlawanan.
Justru dari situ statistik John Herdman jadi menarik dibedah. Dia cukup sering memakai formasi tiga bek, mengandalkan serangan balik cepat, dan memberi ruang besar buat pemain muda berkembang.
Kritiknya juga jelas. Timnya sering jebol di 15 menit terakhir dan kurang tajam dalam penyelesaian akhir saat melawan tim level atas.
Tantangan Baru di MLS
Oktober 2023, dia resmi ambil kursi pelatih Toronto FC. Publik berharap dia bisa membawa klub keluar dari masa suram dan kembali bersaing di papan atas Wilayah Timur.
Kenyataannya tidak semanis ekspektasi. Musim 2024 berjalan berat, Toronto FC kesulitan konsisten, dan sering kehilangan poin di kandang sendiri.
Meski begitu, Herdman tetap dapat keleluasaan untuk merombak skuad. Dia mendatangkan beberapa pemain berpengalaman sambil menyiapkan akademi sebagai pemasok jangka panjang.
Kenapa Sosoknya Tetap Layak Dibahas
Di tengah kerasnya suara fans, John Herdman tetap punya rekam jejak yang tidak semua pelatih miliki. Dia sudah membuktikan diri di level Olimpiade, kualifikasi Piala Dunia, dan kini bertarung di liga yang makin kompetitif.
- Dua medali perunggu Olimpiade bersama Kanada.
- Bawa Kanada lolos Piala Dunia 2022 setelah 36 tahun absen.
- Pengalaman lintas benua dan lintas gender sepak bola.
- Sedang diuji di kompetisi klub keras seperti MLS.
Pertanyaannya sekarang cuma satu. Bisakah dia mengubah Toronto FC jadi tim yang tidak cuma bikin drama di media sosial, tapi juga rajin menang? Kita tunggu jawabannya di lapangan.
